Zulhas Targetkan Waste to Energy Beroperasi 2027, Empat Kota akan Jadi Tahap Awal
Jakarta, sustainlifetoday.com – Pemerintah menargetkan fasilitas Waste to Energy (WtE) atau Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) mulai beroperasi pada 2027 sebagai bagian dari upaya mengatasi krisis sampah perkotaan sekaligus mendorong pemanfaatan energi dari limbah.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan pembangunan fasilitas WtE akan dimulai secara bertahap di sejumlah kota besar di Indonesia.
Pada tahap awal, fasilitas tersebut akan dibangun di empat wilayah, yakni Denpasar Raya, Kota Bekasi, Bogor Raya, dan Yogyakarta.
Pada tahap kedua, pemerintah berencana memperluas pembangunan ke 14 lokasi lain, termasuk Jakarta, Lampung, Medan, Semarang, Surabaya, dan Tangerang.
“Janji kami, akhir 2027 Waste to Energy sudah ada yang jalan, yang jadi ya. Awal 2028 empat ini juga sudah jadi, menyusul yang 14 (lokasi) kami harapkan pertengahan 2028 sampai akhir 2028 juga sudah jadi,” kata Zulhas dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta Pusat, Kamis (12/2).
Peletakan batu pertama proyek tersebut dijadwalkan berlangsung pada Juni 2026. Setiap fasilitas dirancang mampu mengelola sekitar 1.000 ton sampah per hari.
Menurut Zulhas, meningkatnya volume sampah di kota besar membuat pemerintah pusat menempatkan pengelolaan sampah sebagai agenda prioritas.
“Kita sudah masuk kategori, darurat sampah. Oleh karena itu ada beberapa cara yang kami akan selesaikan sebagaimana sudah diketahui, ada Waste to Energy, ada lagi nanti yang (pengelolaan sampah) di bawah 1.000 (ton), dan seterusnya,” jelas Zulhas.
BACA JUGA
- Mengurai Indonesia Emas 2045, Mengapa Produktivitas Jauh Lebih Berharga Daripada Sekadar Keringat?
- Perusakan Hutan Baluran Diungkap, Kemenhut Tangkap Aktor Kunci Pembalakan Liar
- BMKG: Hujan dan Angin Kencang Berpotensi Terjadi Menjelang Puncak Mudik Lebaran 2026
Dalam pengembangan proyek ini, Kementerian Koordinator Bidang Pangan bekerja sama dengan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta sejumlah perguruan tinggi untuk mengembangkan teknologi pengolahan sampah.
Danantara Indonesia sebelumnya juga telah mengumumkan mitra terpilih untuk pembangunan fasilitas PSEL di Bekasi dan Denpasar.
Perusahaan tersebut antara lain Wangneng Environment Co Ltd yang akan menjadi operator pembangkit di Bekasi serta Zhejiang Weiming Environment Protection Co Ltd yang akan mengoperasikan pembangkit di Denpasar.
Penetapan mitra ini sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 tentang percepatan pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik.
Program WtE diharapkan dapat memperkuat sistem pengelolaan sampah perkotaan, mengurangi ketergantungan pada tempat pemrosesan akhir (TPA), serta mendukung pengembangan sumber energi yang lebih berkelanjutan.
“Mitra operator terpilih diharapkan mampu menjaga kinerja operasional yang konsisten, memastikan kepatuhan terhadap seluruh ketentuan yang berlaku, serta mendorong keterlibatan yang berkelanjutan dengan masyarakat.” jelas Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir dalam keterangannya.
Wangneng Environment Co Ltd yang berkantor pusat di Huzhou, Zhejiang, telah beroperasi sejak 2012 dan memiliki pengalaman dalam pengolahan limbah dapur, pengolahan air limbah, pengolahan lumpur, serta daur ulang karet.
Perusahaan tersebut mengubah limbah menjadi energi berupa listrik atau panas melalui berbagai proses seperti pembakaran, gasifikasi, maupun teknologi bioteknologi. Dalam beberapa proyeknya, Wangneng Environment tercatat mampu menghasilkan sekitar 3,04 miliar kWh listrik bersih setiap tahun.
Sementara itu, Zhejiang Weiming Environment Protection Co Ltd melalui anak perusahaannya Weiming Equipment juga telah menandatangani kontrak penyediaan peralatan insinerator WtE dengan perusahaan Indonesia, Shanghai Dingxin Investment atau Qingshan Park.
Perusahaan tersebut bergerak di bidang desain, investasi, pembangunan, serta operasional fasilitas WtE, termasuk manufaktur dan pemasangan peralatan insinerator serta pengolahan sampah padat perkotaan untuk pembangkit listrik.
Di sisi lain, Lead of Waste to Energy Danantara Indonesia Fadli Rahman menyatakan pengumuman tender pembangunan PSEL untuk Bogor dan Yogyakarta akan dilakukan dalam waktu dekat.
“Bogor akan diumumkan besok, Yogyakarta minggu depan. Yang pasti mitra lokalnya Danantara,” ucap Fadli.
BACA JUGA
