BYD Pertimbangkan Masuk Ajang F1, Pakai Mobil Listrik?
Jakarta, sustainlifetoday.com – Produsen otomotif asal China, BYD, dikabarkan sedang menjajaki kemungkinan debut di ajang balap mobil paling bergengsi di dunia, Formula One (F1).
Informasi ini muncul dari laporan Bloomberg yang dikutip pada Jumat (13/3). Laporan ini menyebut raksasa EV tersebut tengah mengevaluasi peluang untuk ikut dalam sejumlah kompetisi balap dunia, termasuk F1 dan World Endurance Championship seperti 24 Hours of Le Mans, guna memperkuat citra merek secara global.
Jika rencana tersebut terealisasi, BYD berpotensi menjadi produsen otomotif asal China pertama yang tampil di ajang F1. Kehadiran BYD akan menempatkannya sejajar dengan sejumlah merek otomotif kelas dunia seperti Ferrari, Mercedes-AMG, dan McLaren.
Belum jelas apakah BYD akan membentuk tim baru sebagai tim ke-12 di grid F1 atau mengakuisisi tim yang sudah ada. Namun, proses untuk masuk ke ajang balap tersebut bukan perkara mudah.
Modal finansial besar saja tidak cukup untuk mengamankan posisi di F1. Federation Internationale de l’Automobile (FIA) sebagai badan pengatur olahraga ini menetapkan berbagai persyaratan teknis, keuangan, dan tata kelola yang ketat bagi setiap merek yang ingin bergabung.
Sebagai gambaran, pada 2024 FIA sempat menolak upaya pemilik tim balap terkenal Mario Andretti untuk masuk ke F1 bersama merek asal Amerika Serikat Cadillac. Mereka akhirnya disetujui pada 2026 setelah prinsipal Cadillac mengambil peran langsung dalam pendanaan proyek tersebut.
Cadillac juga tercatat membayar biaya anti-dilusi sebesar USD450 juta atau sekitar Rp7,6 triliun kepada tim-tim lama agar dapat bergabung ke dalam grid F1.
Meski dikenal sebagai salah satu produsen kendaraan listrik terbesar di dunia, belum ada indikasi bahwa BYD akan membawa teknologi mobil listrik sepenuhnya ke ajang balap tersebut. Saat ini, Formula One masih menggunakan kombinasi mesin pembakaran internal dan sistem motor listrik dalam sistem tenaga mobilnya.
Namun, portofolio BYD dalam pengembangan kendaraan listrik dan teknologi performa tinggi dinilai dapat menjadi salah satu modal jika perusahaan tersebut benar-benar memutuskan untuk masuk ke dunia motorsport global. Produsen asal China ini juga telah mengembangkan kendaraan performa tinggi melalui lini premium Yangwang.
Di sisi lain, dunia balap sebenarnya sudah memiliki kompetisi khusus kendaraan listrik, yakni Formula E, yang seluruh mobilnya menggunakan tenaga listrik. Formula E dan BYD sudah lama berdiskusi mengenai kemungkinan masuknya BYD ke kejuaraan tersebut.
CEO Formula E bahkan mengonfirmasi bahwa percakapan dengan BYD sudah berlangsung cukup lama, meski belum ada keputusan resmi. BYD juga beberapa kali hadir di paddock Formula E dan memiliki aktivitas branding di event, yang membuat banyak orang mengira mereka sudah terlibat di kejuaraan tersebut.
