Cetak Rekor, Produksi Listrik Panas Bumi PGEO Tembus 4.114 GWh per September 2026
Jakarta, sustainlifetoday.com – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO) membukukan rekor produksi listrik dari energi terbarukan sebesar 4.114 gigawatt hour (GWh) sepanjang periode Januari hingga September 2026. Capaian dari wilayah kerja yang dioperasikan sendiri (own operation) ini menjadi realisasi tertinggi sepanjang sejarah perseroan (all-time high) untuk kinerja sembilan bulan pertama.
Realisasi tersebut tumbuh 9,79 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar 3.747 GWh. Pencapaian ini melampaui target sembilan bulan PGEO sebesar 3.801 GWh atau setara 108,22 persen dari target antara, sekaligus telah memenuhi 78,29 persen dari total target produksi sepanjang 2026 yang dipatok sebesar 5.255 GWh.
Direktur Utama Pertamina Geothermal Energy, Ahmad Yani, menyampaikan bahwa rekor operasional ini menjadi pondasi kuat perseroan dalam memperkuat ketahanan energi nasional berbasis energi hijau.
“Kami optimistis dapat terus tumbuh secara disiplin sehingga keunggulan operasional PGE memberi manfaat bagi pemegang saham, masyarakat, dan ketahanan energi Indonesia,” katanya.
Ahmad menambahkan, pada kuartal IV/2026 perseroan berfokus menjaga keandalan fasilitas pembangkit guna mengejar sisa target produksi tahunan sekitar 1.141 GWh, sembari mengoptimalkan kinerja aset dan melanjutkan proyek-proyek panas bumi strategis.
BACA JUGA
- Lewat Program Pertamina Sehat, Patra Logistik Beri Bantuan Kesehatan bagi Lansia di Balikpapan
- Dampak Karhutla Meluas, Polusi Karbon Monoksida Indonesia Disoroti Platform Satelit NASA
- Atasi Karhutla Berulang, Guru Besar UGM Dorong Pembasahan Gambut dan Mitigasi Reaktif
Dari sisi teknis operasional, Direktur Operasi Pertamina Geothermal Energy, Andi Joko Nugroho, menjelaskan bahwa lonjakan produksi didukung oleh ketatnya disiplin pemeliharaan, optimalisasi pasokan uap, dan kesiapan pembangkit di berbagai wilayah kerja.
Indikator keandalan tecermin dari Equivalent Availability Factor (EAF) kumulatif PGEO yang menyentuh 98,51 persen per September 2026, berada di atas target perencanaan sebesar 92,20 persen. Pada saat bersamaan, Equivalent Forced Outage Rate (EFOR) atau tingkat gangguan tak terencana berhasil ditekan hingga 0,21 persen, jauh di bawah batas maksimum rencana sebesar 1,48 persen.
Dari lima area operasi perseroan, tiga wilayah kerja menjadi penopang utama dengan total kontribusi 2.798 GWh atau sekitar 68 persen dari total produksi listrik panas bumi PGEO:
- Area Kamojang: Menjadi kontributor terbesar dengan produksi 1.438 GWh (sekitar 35 persen dari total produksi nasional PGEO), merealisasikan 118,77 persen dari target area.
- Area Lumut Balai: Mencatatkan produksi 702 GWh atau 115,84 persen dari target, didorong tingginya penyerapan dan kesiapan pasokan uap.
- Area Lahendong: Menghasilkan 658 GWh atau 106,44 persen dari target area.
