PGE Catat Rekor Produksi Listrik Panas Bumi 3.222 GWh dan Hindarkan 2,3 Juta Ton Emisi
Jakarta, sustainlifetoday.com – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO) membukukan rekor tertinggi produksi listrik panas bumi sebesar 3.222 gigawatt-hour (GWh) hingga 31 Juli 2026. Realisasi ini melonjak 12,7 persen jika dibandingkan dengan capaian pada periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 2.859 GWh.
Akselerasi produksi terjadi di seluruh area operasional PGE, dengan kenaikan tertinggi dicatatkan oleh Wilayah Kerja Lumut Balai. Produksi di kawasan tersebut melesat 85,5 persen menjadi 567 GWh pasca-beroperasinya Unit 2 secara penuh sejak Juni 2025. Capacity factor Lumut Balai menembus 101,14 persen, sedangkan availability factor terangkat menjadi 99,22 persen.
Sektor operasi lainnya turut menunjukkan pertumbuhan konsisten. Produksi Kamojang tumbuh 6,3 persen menjadi 1.113 GWh didorong naiknya capacity factor menjadi 93,41 persen seiring tingginya permintaan pasokan dari PT PLN (Persero). Wilayah Karaha naik 22,7 persen menjadi 75 GWh setelah mendapat pasokan uap dari Cluster TLG.3.
Sementara itu, produksi Ulubelu tumbuh 1,8 persen menjadi 953 GWh yang didukung injeksi pasokan uap Cluster M, serta produksi Lahendong naik 1 persen menjadi 514 GWh dengan Equivalent Forced Outage Rate (EFOR) berada di level 0 persen atau tanpa gangguan paksa.
Secara konsolidasi, capacity factor PGE per Juli 2026 terangkat menjadi 90,62 persen dari sebelumnya 87,78 persen, availability factor naik menjadi 99,51 persen, dan tingkat gangguan (outage rate) berhasil ditekan ke posisi 0,15 persen. Atas kinerja solid ini, PGE membidik target akumulasi produksi hingga akhir 2026 mencapai 5.255 GWh.
Dari aspek keberlanjutan, kinerja operasional PGE hingga Juli 2026 mengklaim telah berhasil memitigasi pelepasan emisi karbon sebesar 2.327.905 ton CO2 jika dibandingkan dengan pembangkit berbasis fosil batu bara. Intensitas emisi operasional perseroan juga berada di bawah ambang batas Taksonomi Uni Eropa sebesar 100 gram CO2.
BACA JUGA
- Geo Dipa Proyeksikan Permintaan Listrik Industri Hijau Melonjak Hingga 5,3 Kali
- Pelindo Sinergi Lokaseva Latih dan Beri Sertifikasi Terapis Pijat Netra di Semarang
- Resmi Beroperasi di RJBB, Patra Logistik Kini Pegang Distribusi BBM se-Pulau Jawa
Guna mempertahankan kurva pertumbuhan, PGE mengeksekusi ekspansi kapasitas terpasang. Di Lumut Balai, perseroan mengembangkan Unit 3 dan Unit 4 berkapasitas masing-masing 55 MW. Proyek Unit 3 telah mengantongi persetujuan Final Investment Decision (FID) pada kuartal I-2026 dan masuk ke dalam Green Book 2026 Kementerian PPN/Bappenas per Juni 2026.
Status tersebut membuka potensi alokasi pendanaan pinjaman luar negeri senilai US$158,86 juta untuk Unit 3 dan US$148,97 juta untuk Unit 4. Inisiatif lainnya mencakup penggarapan Lahendong Low Pressure (15 MW), proyek co-generation (230 MW), serta pengembangan proyek Gunung Tiga di Ulubelu (2 X 27,5 MW) yang dijadwalkan uji produksi sumur pada Oktober 2026 menuju Commercial Operation Date (COD) 2029.
Direktur Utama PGE, Ahmad Yani, menyampaikan bahwa ekspansi ini membuktikan komitmen perseroan dalam menjaga keandalan pasokan energi bersih nasional secara berkelanjutan.
“Sebagai world leading geothermal producer, PGE memahami bahwa ketahanan energi nasional memerlukan pasokan listrik yang tidak hanya bersih, tetapi juga stabil dan andal. Kinerja yang solid dan proyek yang terus bergerak menjadi fondasi kami untuk tumbuh secara berkelanjutan,” kata Ahmad Yani.
