Dampak Konsumsi Energi AI dan Target Elektrifikasi Jadi Agenda Utama Turki di COP31
Jakarta, sustainlifetoday.com – Efek peningkatan konsumsi energi dari adopsi pesat teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) serta ekspansi pusat data (data center) dipastikan menjadi salah satu sorotan utama pada Konferensi Para Pihak PBB tentang Perubahan Iklim ke-31 (COP31) di Antalya, Turki, pada November mendatang.
Dalam gelaran Climate Week di New York pada Senin (28/9/2026), Menteri Iklim Turki Murat Kurum menegaskan bahwa KTT COP31 akan menjadi wadah krusial bagi pemerintah global untuk mulai merumuskan regulasi transisi energi sektor teknologi digital.
“Kita harus terbuka mendiskusikan peningkatan konsumsi energi dari perkembangan AI dan sudah waktunya bagi para pemerintah untuk mulai menetapkan aturannya,” kata Kurum, dikutip dari Turkiye Today pada Kamis (1/10/2026).
Kurum mendesak korporasi teknologi penyedia infrastruktur AI dan pusat data untuk bersikap transparan mengenai pemakaian daya listrik serta berkomitmen beralih penuh ke pasokan energi bersih.
BACA JUGA
- Riset Climate Impact Lab: El Nino Ekstrem Ancam 19.300 Nyawa di Indonesia Akibat Suhu Panas
- VDNI Targetkan Pangkas 43 Ribu Ton Emisi GRK Lewat Elektrifikasi Logistik Smelter
- WHO Peringatkan El Nino Ancam Kesehatan Global dan Picu Lonjakan Wabah
Presidensi COP31 juga tengah menyusun kesepakatan komitmen politik bersama badan PBB guna memastikan pemanfaatan AI yang bertanggung jawab dan sejalan dengan target pencapaian aksi iklim global. Kerangka kerja sukarela ini masuk ke dalam Action Agenda terpisah yang berjalan berdampingan dengan proses perundingan resmi.
Pada gelaran COP31 tahun ini, Turki bertindak sebagai tuan rumah kepemimpinan agenda aksi luar negosiasi, sementara Australia memimpin perundingan politik formal.
Selain isu efisiensi energi AI, Turki mengusung target baru bertajuk ‘35×35’, yakni meningkatkan porsi elektrifikasi dalam pemenuhan energi global hingga 35 persen pada tahun 2035. Inisiatif elektrifikasi ini menyasar penghentian sistem berbasis bahan bakar fosil seperti pemanas berbahan bakar gas dan kendaraan diesel untuk digantikan oleh alternatif listrik berbasis energi surya dan angin.
