BMKG Prediksi Cuaca Ekstrem Sepekan, Hujan Lebat hingga Petir Ancam Sejumlah Wilayah
Jakarta, sustainlifetoday.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang dan petir masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Indonesia selama sepekan ke depan. Kondisi ini diperkirakan dipicu kombinasi berbagai fenomena atmosfer yang memengaruhi pembentukan awan hujan di banyak daerah.
BMKG menyebut salah satu faktor utama berasal dari Madden-Julian Oscillation (MJO) yang saat ini berada di fase 2 Samudra Hindia dan melintasi sejumlah wilayah Indonesia.
“Gelombang kelvin yang bergerak ke arah timur juga diprediksi aktif di sebagian wilayah besar wilayah Sumatera, Kalimantan, Jawa Timur, Bali, NTT, NTB, Sulawesi bagian utara, Maluku dan Papua bagian utara,” kata BMKG, Selasa (5/5).
Selain itu, gelombang rossby ekuatorial diperkirakan aktif di sebagian Sumatera bagian utara dan selatan, Maluku, hingga Papua. Kombinasi gangguan atmosfer tersebut dinilai dapat meningkatkan pertumbuhan awan hujan di berbagai wilayah Indonesia.
BMKG juga mencatat adanya bibit siklon tropis 92W di Samudra Pasifik utara Papua dengan kecepatan angin maksimum 15 knot dan tekanan udara minimum 1008 hPa yang bergerak ke arah barat.
Di saat yang sama, sirkulasi siklonik diperkirakan terbentuk di sejumlah wilayah perairan seperti Perairan Barat Laut Aceh, Selat Malaka bagian utara, Perairan Barat Bengkulu, Selat Makassar, hingga Laut Banda.
“Monsun Australia diprediksi menguat dalam beberapa hari mendatang, yang ditunjukkan oleh dominasi angin timuran pada pola angin zonal di sebagian besar wilayah Indonesia,” jelas BMKG.
BACA JUGA
- Pemerintah Janjikan Relokasi Nelayan Terdampak Giant Sea Wall, Fokus pada Kesejahteraan
- Indonesia Punya Potensi Besar di Era AI, Tapi Akses Pendidikan Masih Terbatas
- Amsterdam Larang Iklan Daging dan Produk Berbasis Fosil di Ruang Publik
Penguatan Monsun Australia membawa massa udara lebih kering dari Australia menuju Indonesia dan menjadi sinyal sejumlah wilayah mulai memasuki masa transisi dari musim hujan menuju musim kemarau. Meski demikian, kondisi atmosfer yang tidak stabil masih memungkinkan hujan intensitas sedang hingga lebat terjadi di sejumlah daerah.
BMKG memprediksi pada periode 5-7 Mei 2026, wilayah yang perlu mewaspadai hujan sedang hingga lebat meliputi Aceh, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Bengkulu, Lampung, Jakarta, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Papua Barat Daya, Papua Barat, dan Papua Selatan.
Sementara untuk periode 8-11 Mei 2026, wilayah yang diprediksi masih berpotensi mengalami cuaca ekstrem antara lain Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua, dan Papua Selatan.
Selain hujan ekstrem, BMKG juga melaporkan suhu udara maksimum harian yang cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir. Kalimantan Timur tercatat mencapai 37,1 derajat celsius, disusul Kalimantan Utara dan Kalimantan Barat 36,6 derajat celsius, Sulawesi Tengah 36,2 derajat celsius, serta Papua 36 derajat celsius.
BMKG menjelaskan cuaca panas dipengaruhi tingginya intensitas radiasi matahari dan mulai menguatnya Monsun Australia yang menyebabkan tutupan awan berkurang pada pagi hingga siang hari.
Kondisi cuaca yang makin tidak menentu ini kembali menunjukkan meningkatnya risiko hidrometeorologi di tengah perubahan iklim yang membuat pola musim menjadi semakin sulit diprediksi.
“Menghadapi kondisi cuaca cerah disertai potensi cuaca ekstrem dalam beberapa waktu ke depan, BMKG mengimbau masyarakat untuk menggunakan pelindung atau tabir surya guna menghindari paparan langsung sinar matahari, serta menjaga kecukupan cairan tubuh, terutama bagi yang beraktivitas di luar ruangan pada siang hari, agar terhindar dari dehidrasi, kelelahan, dan dampak buruk lainnya,” tutur BMKG.
BMKG juga meminta masyarakat dan pemerintah daerah meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor akibat cuaca ekstrem dalam beberapa hari mendatang.
