Paskah 2026 Angkat Isu Lingkungan, Keuskupan Agung Soroti Keutuhan Alam Ciptaan
JAKARTA, sustainlifetoday.com — Perayaan Paskah 2026 mengangkat tema “Kepedulian Kepada Keutuhan Alam Ciptaan”, yang menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara manusia dan lingkungan sebagai bagian dari nilai spiritual dan sosial.
Tema ini merupakan bagian dari rangkaian lima Ajaran Sosial Gereja yang dijalankan secara bertahap sejak 2022 hingga 2026, mulai dari penghormatan martabat manusia, kesejahteraan bersama, solidaritas dan subsidiaritas, kepedulian terhadap kelompok rentan, hingga akhirnya berfokus pada keutuhan alam ciptaan.
Dalam hal ini, Keuskupan Agung Jakarta menyoroti pentingnya iman yang diwujudkan dalam aksi nyata terhadap sesama dan lingkungan.
“Keuskupan Agung Jakarta sebagai Persekutuan dan Gerakan umat Allah yang berlandaskan Spiritualitas Ekarisi berjuang untuk semakin mengasihi, semakin peduli dan semakin bersaksi demi cinta pada Tanah Air dalam setiap sendi kehidupan,” ungkap keterangan pers Keuskupan Agung Jakarta, Kamis (2/4).
Rangkaian Pekan Suci dimulai dengan Minggu Palma pada 28–29 Maret 2026, yang mengenangkan peristiwa Yesus memasuki Yerusalem sekaligus merenungkan penderitaan dan kemuliaan-Nya. Selanjutnya, Misa Krisma pada 1 April menjadi momentum pembaruan janji imamat serta pemberkatan minyak suci.
BACA JUGA
- PM Jepang Apresiasi RI sebagai Kunci Energi Asia di Tengah Gejolak Timur Tengah
- Efisiensi Energi hingga EV Melejit, China Perkuat Posisi di Ekonomi Hijau Global
- Deforestasi Indonesia Melonjak 66% pada 2025, Kalimantan dan Papua Jadi Sorotan
Memasuki inti perayaan, umat mengikuti sejumlah rangkaian ibadat yang sarat makna reflektif:
Kamis Putih pada 2 April mengenang perjamuan terakhir, termasuk tindakan pembasuhan kaki sebagai simbol kasih dan pelayanan. Malam harinya dilanjutkan dengan tuguran sebagai bentuk perenungan atas perjalanan sengsara Yesus.
Jumat Agung pada 3 April menjadi puncak peringatan penderitaan dan wafat Yesus di kayu salib, yang dimaknai sebagai pengorbanan bagi umat manusia.
Pada Sabtu, 4 April, umat memasuki masa hening sebelum merayakan Vigili Paskah pada malam hari—sebuah perayaan kebangkitan yang ditandai dengan simbol cahaya, pembaruan iman, dan harapan baru.
Puncaknya, Minggu Paskah pada 5 April merayakan kebangkitan Yesus Kristus sebagai simbol kemenangan atas kematian dan awal kehidupan baru.
