Rorotan Jadi Percontohan, KLH Dorong Pemilahan Sampah dari Rumah
JAKARTA, sustainlifetoday.com — Upaya memperkuat pengelolaan sampah berbasis sumber terus didorong pemerintah. Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Hanif Faisol Nurofiq meninjau langsung praktik pemilahan sampah rumah tangga di Kelurahan Rorotan, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara.
Kunjungan ini menegaskan bahwa pengelolaan sampah dari hulu menjadi kunci untuk menekan beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA), sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan.
Menteri Hanif menekankan, pengelolaan sampah yang efektif harus dimulai dari rumah tangga.
“Kita belum melihat pengelolaan sampah yang selesai 100 persen di kawasan perkotaan. Di Rorotan ini kita mencoba pola sederhana dan efisien, dimulai dari pemilahan di tingkat rumah tangga. Tekanan ke Bantargebang harus dikurangi. Kalau sampah organik bisa diselesaikan di rumah, beban TPA akan jauh berkurang,” ujar Hanif dikutip dari laman resmi Kementerian LH/BPLH www.kemenlh.go.id, Senin (30/3).
Ia menambahkan, pemilahan sampah tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga membuka potensi nilai ekonomi.
“Sampah organik dapat diolah menjadi kompos atau bahan bakar alternatif, sementara sampah anorganik yang terpilah lebih mudah dikumpulkan dan diproses kembali,” ucap Hanif.
BACA JUGA
- Prabowo: Energi Nuklir Paling Murah dan Bersih
- Wacana Prabowo Terapkan WFH Satu Hari Tiap Minggu dan Efek Positifnya bagi Lingkungan
- Dorong Transparansi Emiten, OJK Targetkan Free Float Minimal 15% Berlaku Maret 2026
Dalam kunjungan tersebut, Menteri Hanif juga meninjau Bank Sampah Unit (BSU) Koepoe-Koepoe serta fasilitas Bio Reaktor Kompos di Kelurahan Rorotan. Kedua inisiatif ini menjadi contoh konkret pengelolaan sampah berbasis komunitas yang berjalan di tingkat lokal.
Bank Sampah Koepoe-Koepoe mengelola sampah rumah tangga secara sistematis dengan melibatkan partisipasi warga. Sementara itu, Bio Reaktor Kompos mengolah sampah organik menjadi kompos yang dapat dimanfaatkan untuk penghijauan dan pertanian kota.
Di wilayah RW 06, warga juga mulai menerapkan pemilahan sampah secara bertahap dalam sebulan terakhir, didukung oleh kader RT dan RW setempat.
“Upaya ini merupakan hasil kerja sama warga dan pemerintah setempat. Kami ingin menunjukkan kontribusi nyata masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga,” kata Lurah Rorotan Ahmad Fitroh.
Selain pemilahan, Menteri Hanif turut mendorong perubahan perilaku sederhana seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, menggunakan wadah pakai ulang, serta berpartisipasi dalam program bank sampah atau pengolahan berbasis komunitas.
Ke depan, KLH/BPLH bersama Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara akan terus memonitor dan mengevaluasi implementasi program ini. Hasilnya diharapkan menjadi model replikasi bagi wilayah lain di DKI Jakarta hingga tingkat nasional.
Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam mendorong ekonomi sirkular, memperkuat kesadaran publik, serta meningkatkan ketahanan lingkungan melalui pengelolaan sampah dari tingkat rumah tangga.
