SustainLife Media Network Gelar ESG Risk Landscape 2026, Bahas Risiko Strategis ESG bagi Korporasi
Jakarta, sustainlifetoday.com — SustainLife Media Network menggelar forum diskusi bertajuk “ESG Risk Landscape 2026: What Corporations Must Prepare for in 2026?” yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan untuk membahas risiko dan tantangan Environmental, Social, and Governance (ESG) bagi dunia usaha ke depan.
Forum yang dirangkai dengan agenda buka puasa bersama ini dilaksanakan pada Rabu, 4 Maret 2026, di Swiss-Belhotel Pondok Indah, Jakarta, serta menghadirkan sejumlah pembicara dari kalangan akademisi, praktisi industri, hingga pembuat kebijakan.
Beberapa pembicara yang hadir antara lain Chairman Indonesian ESG Professional Association (IEPA) Herry Ginanjar, Chairman Komunitas Migas Indonesia (KMI) S. Herry Putranto, serta Chairman Komite Nasional Kebijakan Governansi (KNKG) sekaligus Wakil Menteri Keuangan ke-9 Republik Indonesia, Mardiasmo. Diskusi tersebut dimoderatori oleh Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis serta Fakultas Komunikasi dan Diplomasi Universitas Pertamina, Dewi Hanggraeni.
Dalam opening remarks, Vice Chairman ESG Risk Landscape 2026 sekaligus penyelenggara dari SustainLife Media Network, Ahmad Faqih Zuhair, menegaskan bahwa ESG kini telah berubah dari sekadar isu tambahan menjadi faktor strategis yang menentukan keberlanjutan perusahaan.
“SustainLife Media Network percaya bahwa ESG ini bukan lagi menjadi sebuah isu tambahan, tapi menjadi suatu kewajiban dan juga risiko strategis bagi korporasi, utamanya yang ingin tetap bertahan di tahun 2026 ini,” ujar Faqih.
Menurutnya, perubahan lanskap risiko global membuat perusahaan tidak lagi bisa memandang ESG hanya sebagai kewajiban pelaporan, tetapi harus menjadi bagian dari strategi bisnis jangka panjang.

Ia juga menambahkan bahwa forum ini diharapkan menjadi ruang dialog yang mempertemukan berbagai perspektif dari regulator, pelaku industri, akademisi, hingga komunitas profesional.
“Melalui forum diskusi ini, kami berharap ini akan menjadi ruang diskusi, ruang bertukar pikiran antar para pemangku kepentingan dan juga para korporasi. Agar korporasi di tahun 2026 ini tetap terpercaya, kredibel dan tentunya lebih maju lagi,” katanya.
Faqih juga menekankan bahwa ESG perlu menjadi identitas baru bagi perusahaan Indonesia dalam menghadapi dinamika ekonomi global dan tuntutan investor yang semakin menaruh perhatian pada aspek keberlanjutan.
“Dan ESG ini semoga bukan hanya menjadi sekedar laporan tahunan saja, tapi menjadi identitas baru bagi perusahaan Indonesia ke depannya,” ujarnya.
Forum ini juga membahas berbagai isu strategis mulai dari meningkatnya risiko iklim terhadap operasional bisnis, tantangan sosial yang mempengaruhi license to operate perusahaan, hingga pentingnya penguatan tata kelola perusahaan untuk menjaga kepercayaan publik dan investor.
Sebagai platform media yang berfokus pada isu keberlanjutan, SustainLife Media Network secara konsisten menyuarakan pentingnya penerapan ESG melalui berbagai forum diskusi dan inisiatif kolaboratif. Selain ESG Risk Landscape, SustainLife juga menyelenggarakan sejumlah agenda lain seperti Indonesia Sustainable Business Forum (ISBF) serta ESG Initiative Awards (EIA) yang bertujuan mendorong praktik bisnis berkelanjutan di berbagai sektor.
Melalui forum ESG Risk Landscape 2026, SustainLife Media Network berharap tercipta pertukaran gagasan yang dapat membantu korporasi di Indonesia memahami lanskap risiko ESG yang semakin kompleks sekaligus mempersiapkan strategi yang lebih adaptif menuju tahun 2026.
