Legislator Golkar Soroti Banjir yang Berulang, Desak Penataan Ulang Kebijakan Lingkungan
Jakarta, sustainlifetoday.com — Anggota Komisi IV DPR RI Firman Soebagyo mendorong pemerintah pusat dan daerah untuk menata ulang kebijakan lingkungan secara menyeluruh, terutama dalam penggunaan lahan dan tata ruang. Ia menilai praktik pembangunan yang melanggar aturan tata ruang harus dihentikan, disertai penegakan hukum yang lebih tegas terhadap pelaku perusakan lingkungan.
Firman menekankan bahwa banjir yang terus berulang di berbagai wilayah Indonesia tidak lagi bisa dipandang sebagai bencana musiman. Menurutnya, kondisi tersebut merupakan akumulasi dari kegagalan tata kelola lingkungan dan arah pembangunan yang tidak berkelanjutan.
“Banjir tidak bisa lagi dipandang sebagai takdir alam. Ini persoalan kebijakan, penegakan aturan, dan kesadaran bersama. Jika semua pihak bergerak, risiko banjir bisa ditekan,” kata Firman di Jakarta, Senin (2/2).
Ia menjelaskan, deforestasi serta pembangunan di kawasan resapan air telah meningkatkan limpasan air secara signifikan. Situasi tersebut diperparah oleh keterbatasan infrastruktur pengendalian banjir, baik dari segi kualitas maupun pemerataan pembangunan, sehingga wilayah rawan banjir terus meluas.
Firman juga menyinggung perubahan iklim global sebagai faktor yang meningkatkan intensitas dan frekuensi hujan. Namun, legislator dari Fraksi Partai Golkar itu menegaskan bahwa dampak perubahan iklim akan semakin merusak apabila bertemu dengan kerusakan lingkungan di dalam negeri, seperti deforestasi yang tidak terkendali dan alih fungsi lahan yang mengabaikan daya dukung alam.
BACA JUGA:
- KLH Siapkan Kajian Lingkungan dan Penegakan Hukum Pasca longsor Cisarua
- Bendung Katulampa Siaga 3, Pemprov DKI Siaga Banjir
- WALHI: Bencana Ekologis di Indonesia Masuk Fase Permanen, akan Jadi Rutinitas
Ia menilai reboisasi dan rehabilitasi daerah aliran sungai (DAS) harus ditempatkan sebagai prioritas nasional dan tidak dijalankan sebatas program seremonial.
Selain kebijakan struktural, Firman menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur pengendalian banjir yang terencana dan berkelanjutan, mulai dari tanggul, sistem drainase, hingga normalisasi sungai. Menurutnya, pembangunan tersebut perlu disertai pengawasan ketat agar benar-benar tepat sasaran.
Di sisi lain, ia mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran terhadap risiko banjir dengan menjaga lingkungan sekitar dan tidak melakukan aktivitas yang memperparah kerusakan alam.
Firman juga menilai sistem peringatan dini memiliki peran krusial dalam mitigasi bencana, agar masyarakat dapat melakukan langkah antisipatif sejak awal dan meminimalkan potensi korban jiwa.
