Peringatan BMKG: Hujan Ekstrem Ancam Jakarta dan Sejumlah Wilayah Hari Ini
Jakarta, sustainlifetoday.com — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika/BMKG) memprediksi potensi hujan sangat lebat hingga ekstrem melanda wilayah Jakarta pada Jumat (23/1). Peringatan ini dikeluarkan menyusul meningkatnya intensitas curah hujan yang berisiko memicu bencana hidrometeorologi di kawasan perkotaan padat.
“Level peringatan Awas,” demikian informasi BMKG yang diunggah melalui akun Instagram @infobmkg, Kamis (22/1).
Selain Jakarta, BMKG juga menetapkan status peringatan serupa untuk wilayah Banten, dengan prakiraan hujan sangat lebat hingga ekstrem. Sementara itu, wilayah dengan status Siaga—yang berarti hujan lebat hingga sangat lebat—diperkirakan terjadi di Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Adapun daerah yang masuk kategori Waspada atau hujan sedang hingga lebat meliputi Sumatra Selatan, Bengkulu, Gorontalo, Maluku, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua.
Baca Juga:
- Perlindungan Alam Jadi Fondasi Ekonomi, Menteri LH: Indonesia–Inggris Fokuskan Pembiayaan Berkelanjutan
- Pedagang Daging Sapi Jabodetabek Mogok Jualan Mulai Hari Ini, Ada Apa?
- Konflik Gajah dan Manusia di Way Kambas Terus Berlanjut, Prabowo Siapkan Pendekatan Berkelanjutan
“Peringatan dini cuaca ini menunjukkan nilai akumulasi harian paling tinggi dalam satu provinsi,” kata BMKG.
Sebagai langkah mitigasi, sebelumnya operasi modifikasi cuaca (OMC) telah dilakukan di Jakarta dan sekitarnya pada 16–22 Januari untuk menekan potensi bencana hidrometeorologi akibat curah hujan tinggi. Operasi ini digelar melalui kolaborasi BMKG bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta dan TNI Angkatan Udara, dengan fokus utama pencegahan banjir.
Namun demikian, hujan deras yang mengguyur Jakarta sepanjang Kamis tetap menyebabkan genangan di sejumlah wilayah. Hingga Kamis malam, banjir tercatat merendam 132 RT dan 22 ruas jalan di Ibu Kota, menegaskan urgensi penguatan adaptasi iklim dan tata kelola air perkotaan yang berkelanjutan.
