Pantau Banjir dari Swiss, Prabowo Instruksikan Bentuk Tim Pengelolaan Air
Jakarta, sustainlifetoday.com — Presiden RI Prabowo Subianto memerintahkan jajarannya membentuk tim kajian guna menyelesaikan persoalan banjir dan pengelolaan air di Pulau Jawa, termasuk Jakarta. Langkah ini diambil sebagai respons atas banjir yang kembali melanda sejumlah wilayah ibu kota dalam beberapa hari terakhir.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan perintah tersebut sebagai sikap resmi Presiden dalam menanggapi kondisi banjir yang kerap berulang setiap musim hujan.
“Bapak Presiden memerintahkan kepada kami untuk secepat-cepatnya membentuk tim kajian untuk mencoba menganalisa dan kemudian membuat grand design penyelesaian masalah-masalah yang berkenaan dengan air, pengelolaan air di Jawa, terutama khususnya di Pulau Jawa,” kata Pras di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (22/1).
Menurut Pras, Presiden Prabowo terus memantau perkembangan banjir secara intens dan aktif berkomunikasi dengan jajaran terkait, meski saat ini tengah menjalani lawatan luar negeri ke London, Inggris dan Davos, Swiss.
Ia menegaskan, persoalan banjir yang terjadi hampir setiap tahun membutuhkan pendekatan jangka panjang yang terintegrasi, mulai dari wilayah hulu hingga hilir. Pendekatan tersebut dinilai krusial untuk membangun sistem pengelolaan air yang lebih adaptif terhadap perubahan iklim dan tekanan urbanisasi.
Baca Juga:
- Izin Tambangnya Dicabut Prabowo, Agincourt Resources Mengaku Baru Tahu dari Pemberitaan
- Pertamina Patra Niaga Raih Rating ESG A, Komitmen Menuju Net Zero Emission 2060
- Dorong Inklusi Keuangan, BI Target Perluasan QRIS ke China dan Korsel
“Jadi, perhatian Bapak Presiden untuk bagaimana kita bisa menyelesaikan itu dari hulu ke hilir, termasuk dengan tim otorita pengelolaan pantai utara Jawa atau yang selama ini lebih dikenal dengan yang sedang mempersiapkan untuk proyek Giant Sea Wall,” ujar dia.
Sementara itu, banjir kembali merendam sejumlah kawasan di Jakarta. Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta mencatat hingga Kamis (22/1) pukul 15.00 WIB, sebanyak 45 RT dan 22 ruas jalan tergenang air.
Genangan dilaporkan terjadi di 18 RT di Jakarta Barat dan 27 RT di Jakarta Selatan, dengan ketinggian air mencapai hingga 90 sentimeter atau hampir satu meter di Kelurahan Sukabumi Selatan, Jakarta Barat.
“Hujan deras yang melanda wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya pada Kamis, 22 Januari 2026 menyebabkan terjadinya beberapa genangan di wilayah DKI Jakarta. BPBD mencatat saat ini terdapat 45 RT dan 22 ruas jalan tergenang,” tulis BPBD DKI Jakarta dalam laporan resminya.
