Penjualan Kendaraan Listrik Meningkat, Dorong Transisi Transportasi Berkelanjutan di Indonesia
JAKARTA, sustainlifetoday.com — Penjualan kendaraan listrik berbasis baterai (battery electric vehicle/BEV) di Indonesia menunjukkan pertumbuhan signifikan sepanjang Januari hingga November 2025. Distribusi dari pabrik ke dealer (wholesales) tercatat mencapai 82.525 unit, melonjak 113 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), pada Januari–November tahun lalu distribusi BEV hanya mencapai 38.677 unit. Bahkan, capaian 11 bulan pada 2025 ini telah melampaui total distribusi mobil listrik sepanjang 2024 yang tercatat sebanyak 43.188 unit.
Selain BEV, segmen kendaraan elektrifikasi lain juga menunjukkan pertumbuhan mencolok, khususnya mobil plug-in hybrid electric vehicle (PHEV). Sepanjang Januari hingga November 2025, distribusi mobil PHEV melonjak drastis hingga 3.217 persen menjadi 4.312 unit. Sebagai perbandingan, pada periode yang sama tahun sebelumnya distribusinya hanya mencapai 130 unit, dan sepanjang Januari–Desember 2024 tercatat 136 unit.
Kinerja positif juga tercatat pada segmen mobil hybrid, meskipun pertumbuhannya tidak setinggi BEV maupun PHEV. Permintaan mobil hybrid meningkat enam persen menjadi 57.311 unit hingga November 2025, dibandingkan 53.986 unit pada periode yang sama tahun lalu. Sepanjang 2024, distribusi mobil hybrid tercatat mencapai 59.903 unit.
Baca Juga:
- Wamendikdasmen Dorong Sekolah Jadi Pusat Inovasi Hadapi Krisis Iklim dan Pangan
- Kemenhut Selidiki Jaringan Peredaran Kayu Ilegal di Sumut, Dinilai Perparah Banjir dan Longsor
- Siap Layani Kendaraan Listrik Saat Nataru, ASDP Sediakan SPKLU di Pelabuhan
Di sisi lain, pasar kendaraan konvensional justru mengalami penurunan. Distribusi mobil kategori low cost green car (LCGC) merosot 31 persen menjadi 112.151 unit hingga November, dari sebelumnya 162.320 unit pada periode yang sama tahun lalu. Penurunan juga terjadi pada mobil konvensional non-LCGC, yang menyusut 15 persen dari 530.804 unit menjadi 453.785 unit.
Penurunan pasar kendaraan konvensional ini mengindikasikan adanya pergeseran preferensi konsumen, seiring semakin luasnya pilihan kendaraan listrik dengan harga yang lebih terjangkau. Tren ini dinilai menjadi sinyal kuat percepatan transisi menuju sistem transportasi yang lebih rendah emisi dan berkelanjutan di Indonesia.
Baca Juga:
