Pemprov DKI Perketat Pemilahan Sampah untuk Kurangi Beban TPST Bantargebang
Jakarta, sustainlifetoday.com — Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berencana memperketat sistem pemilahan sampah guna mengurangi jumlah sampah yang selama ini langsung dikirim ke TPST Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat.
Langkah ini dilakukan menyusul semakin terbatasnya kapasitas tempat pembuangan akhir tersebut. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengatakan pemilahan sampah akan diperkuat agar pengelolaan sampah menjadi lebih terkontrol sejak awal.
“Untuk itu kami akan melakukan proses pemilahan di ujung,” ucap Pramono di Balai Kota Jakarta, Senin (9/3).
Selama ini, sebagian besar sampah dari Jakarta langsung dikirim ke Bantargebang tanpa melalui proses pemilahan. Padahal, volume sampah yang dihasilkan ibu kota mencapai sekitar 8.000 ton per hari. Kondisi tersebut membuat kapasitas tempat pembuangan akhir semakin terbatas sehingga diperlukan langkah pengurangan secara bertahap.
BACA JUGA
- ESG Berubah Jadi Risiko Finansial, Mardiasmo Soroti Dampaknya pada Cost of Capital
- Governance Failures Bisa Picu Krisis Reputasi Korporasi, Ini Peringatan Herry Ginanjar
- Herry Putranto Ingatkan Risiko Iklim terhadap Operasional dan Rantai Pasok Global
Untuk itu, Pemprov DKI akan memperkuat sistem pemilahan sampah baik dari sumber seperti rumah tangga dan kawasan usaha maupun di fasilitas pengolahan sebelum sampah dikirim ke tempat pembuangan akhir.
Kebijakan ini juga sejalan dengan arahan dari Kementerian Lingkungan Hidup agar pemerintah daerah meningkatkan pengelolaan sampah sebelum dibuang ke TPA.
“Sekaligus untuk mengatur agar semuanya itu tidak dikirimkan ke Bantargebang. Karena Bantargebang memang harus mulai ada pembatasan, karena daya tampungnya sudah sangat terbatas,” tutur Pramono.
Selain memperkuat pemilahan, Pemprov DKI Jakarta juga tengah menyiapkan fasilitas pengolahan sampah di kawasan RDF Plant Rorotan, Jakarta Utara.
Fasilitas tersebut ditargetkan mampu mengolah sekitar 1.000 ton sampah per hari. Jika dapat beroperasi secara optimal, jumlah sampah yang dikirim ke Bantargebang diharapkan berkurang secara signifikan.
Sebelumnya, gunungan sampah di zona 4A TPST Bantargebang longsor pada Minggu (8/3). Insiden terjadi sekitar pukul 15.29 WIB saat sejumlah truk dan pekerja sedang beraktivitas di area tersebut. Peristiwa tersebut menyebabkan empat orang meninggal dunia setelah tertimbun longsoran sampah.
