Mudik Pakai Mobil Listrik Bisa Hemat 40%, EV Mulai Kuasai Jalanan Lebaran 2026
Jakarta, sustainlifetoday.com — Tren penggunaan kendaraan listrik (electric vehicle/EV) saat mudik Lebaran 2026 menunjukkan lonjakan signifikan, menandai pergeseran besar dalam pola mobilitas masyarakat Indonesia menuju transportasi yang lebih ramah lingkungan dan efisien.
Salah satu sorotan utama datang dari klaim efisiensi biaya. Penggunaan EV disebut mampu memangkas biaya perjalanan hingga 40% dibandingkan kendaraan berbahan bakar fosil. Hal ini menjadi daya tarik utama di tengah meningkatnya biaya perjalanan mudik setiap tahunnya.
“Saya hitung sendiri, biaya charging selama mudik itu bisa hemat hampir setengah dari biasanya isi BBM. Selain itu, mobil listrik juga lebih nyaman dan tidak berisik, jadi perjalanan jauh terasa lebih santai.” ujar Fariel, pemudik EV saat diwawancara pada Minggu, 23 Maret 2026.
Tak hanya itu, adopsi EV juga didukung oleh kesiapan infrastruktur yang semakin matang. PT PLN (Persero) menyiapkan sebanyak 4.769 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di 3.097 lokasi di seluruh Indonesia, dengan 1.681 unit tersebar di jalur utama mudik Sumatera–Jawa–Bali.
Menariknya, jarak antar SPKLU kini rata-rata hanya sekitar 22 kilometer, membuat kekhawatiran “kehabisan baterai di jalan” semakin tidak relevan. Bahkan, sejumlah titik telah dilengkapi teknologi Ultra Fast Charging (UFC) yang mampu mengisi daya jauh lebih cepat, lengkap dengan lounge nyaman bagi pengguna.
BACA JUGA
- Dua Korporasi di Tangerang Segera Disidang Atas Tindak Pidana Lingkungan
- Cotton vs Polyester, Mana Pilihan Bahan Baju Lebaran yang Lebih Ramah Lingkungan?
- Polusi Udara Tak Hanya Bahayakan Manusia, Penelitian Ungkap Dampaknya pada Serangga
Lonjakan penggunaan EV juga terlihat dari proyeksi jumlah kendaraan. Pada musim mudik tahun ini, diperkirakan lebih dari 23 ribu mobil listrik akan digunakan, meningkat sekitar 60 persen dibanding tahun sebelumnya.
Di sisi lain, berbagai produsen otomotif turut memanfaatkan momentum ini. Sejumlah brand menghadirkan program khusus mudik, mulai dari posko fast charging hingga layanan siaga 24 jam di jalur strategis.
Fenomena ini memperlihatkan bahwa kendaraan listrik bukan lagi sekadar tren, melainkan mulai menjadi pilihan nyata masyarakat untuk perjalanan jarak jauh. Bahkan, pengalaman pengguna menunjukkan perjalanan mudik dengan EV kini bisa berlangsung lancar tanpa kendala berarti, dengan biaya pengisian daya yang jauh lebih murah dibandingkan BBM.
Dalam perspektif keberlanjutan, pergeseran ini menjadi sinyal positif bagi transisi energi di sektor transportasi Indonesia. Selain menekan emisi karbon, penggunaan EV juga membuka peluang efisiensi energi dan penguatan ekosistem ekonomi hijau.
