Kritik Peminjaman Komodo ke Jepang, PETA: Hewan Bukan Alat Tawar Diplomatik!
JAKARTA, sustainlifetoday.com — Kelompok pembela hak-hak hewan People for the Ethical Treatment of Animals (PETA) mengkritik rencana peminjaman komodo Indonesia ke Jepang. Menurut mereka, komodo tidak seharusnya diperlakukan sebagai “alat tawar-menawar diplomatik”.
“Mengirim hewan-hewan yang sangat cerdas ini ke luar negeri untuk program pembiakan di penangkaran hanya memperkuat mitos berbahaya bahwa konservasi dapat dilakukan di balik tembok kebun binatang,” kata Presiden PETA Asia Jason Baker, melansir Reuters, Rabu (31/3).
“Sementara anak-anak yang lahir di sana akan terpaksa menjalani hidup dalam kurungan seumur hidup,” tambahnya.
Ia menegaskan bahwa naga-naga tersebut seharusnya tetap berada di habitat aslinya.
Menurut data pemerintah, Indonesia menjadi habitat bagi lebih dari 3.000 ekor komodo. Reptil ini merupakan kadal terbesar di dunia, dengan panjang yang bisa mencapai sekitar 3 meter.
BACA JUGA
- Harga Minyak Melonjak 50% dalam Sebulan Sejak Perang AS dengan Iran
- Indonesia dan Jepang Bahas Kerja Sama Sister Park untuk Konservasi dan Ekowisata
- Hari Nol Sampah Sedunia, Dorong Perubahan Pola Konsumsi dan Pengelolaan Limbah
Sebelumnya, Indonesia bakal meminjamkan sepasang komodo ke Jepang untuk program breeding loan. Sebagai imbalannya, Jepang akan mengirimkan satwa eksotis favorit publik, seperti jerapah dan panda merah, ke Indonesia.
Kesepakatan ini merupakan bagian dari kerja sama antara Kementerian Kehutanan RI dan Pemerintah Prefektur Shizuoka, Jepang, yang fokus pada perlindungan dan konservasi satwa liar, termasuk pengembangan program breeding komodo (Varanus komodoensis).
