Eiger Adventure Land Dorong Pemulihan Lingkungan Lewat Aksi Bersih di Puncak
Jakarta, sustainlifetoday.com — Permasalahan sampah masih menjadi tantangan utama dalam pengelolaan lingkungan, terutama di kawasan hulu seperti Puncak yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Praktik pembuangan sampah yang tidak terkendali di wilayah ini berpotensi mengganggu aliran air serta meningkatkan risiko banjir dan longsor.
Sebagai upaya menjaga keberlanjutan lingkungan, sebanyak 70 relawan dari Eiger Adventure Land bersama Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor dan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango melakukan aksi bersih-bersih sampah di Desa Sukagalih, Megamendung, pada pertengahan Maret lalu.
Dalam tahap awal, tim berhasil mengangkut sekitar 6 ton sampah atau setara dengan empat truk. Sementara itu, total timbulan sampah di lokasi tersebut diperkirakan mencapai 30 ton, sehingga proses pembersihan akan dilakukan secara bertahap.
Direktur Utama Eiger Adventure Land Imanuel Wirajaya menekankan bahwa persoalan sampah di kawasan hulu tidak terlepas dari perilaku masyarakat.
“Pembuangan sampah sembarangan dapat berdampak langsung terhadap lingkungan.Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk lebih peduli dan bersama-sama menjaga kawasan ini tetap bersih ,” ujar Imanuel dalam keterangannya, Senin (6/4).
Sementara itu, Guru Besar Teknik Sipil dan Lingkungan IPB University, Arief Sabdo Yuwono, menilai penanganan sampah memerlukan pendekatan yang lebih sistemik dan berkelanjutan.
BACA JUGA
- BRIN Kembangkan Teknologi Nuklir untuk Bersihkan Air dari Logam Berat
- Survei: Mayoritas Warga RI Tolak Serangan AS-Israel ke Iran
- Dua Harimau Mati, DPRD Desak Evaluasi Total Kebun Binatang Bandung
“Permasalahan sampah tidak bisa lagi diselesaikan dengan pendekatan konvensional seperti open dumping. Diperlukan sistem pengelolaan sampah mulai dari sumbernya, termasuk kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan serta penguatan sistem pengelolaan yang lebih berkelanjutan,” ujarnya.
Eiger Adventure Land menyatakan komitmennya untuk terus mendorong pengelolaan sampah di kawasan Megamendung melalui pendekatan bertahap, termasuk peran sebagai mitra, fasilitator, dan edukator bagi masyarakat.
“Ke depan, komitmen ini juga akan diperkuat melalui pengembangan sistem pengelolaan sampah terintegrasi yang dirancang untuk mendukung kawasan ekowisata yang berkelanjutan,” ujar Imanuel.
