China Siap Bertahan di Tengah Krisis Energi Global, Energi Terbarukan Jadi Kuncinya
JAKARTA, sustainlifetoday.com — Transisi energi bersih terus berjalan pesat di China, salah satu negara dengan permintaan energi terbesar di dunia. Data terbaru menunjukkan kapasitas energi terbarukan di negara ini berkembang tajam, menjadi bagian penting dalam strategi ketahanan energi nasional dan dominasi industri energi bersih global.
Menurut laporan terbaru, China berhasil menambah kapasitas energi terbarukan secara signifikan sepanjang 2025, mencapai lebih dari 2,34 terawatt (TW) total kapasitas terpasang dari tenaga air, surya, dan angin. Selain itu, kapasitas listrik dari sumber terbarukan di China yang termasuk tenaga surya, angin, dan hidro telah melampaui kapasitas pembangkit berbasis bahan bakar fosil untuk pertama kalinya pada awal 2026.
Perubahan ini menunjukkan bahwa China tidak hanya berfokus pada angka pemasangan baru energi bersih, tetapi juga pada pergeseran struktur produksi listriknya. Pada akhir 2025, proporsi energi bersih dalam total kapasitas listrik China telah mencapai lebih dari 50%, membuka era baru di mana pembangkit listrik berbasis energi terbarukan menjadi dominan dalam sistem pembangkit nasional.
Peran China sebagai motor transisi energi Asia juga diperkuat oleh posisi negara ini sebagai kontributor terbesar terhadap kapasitas terbarukan di kawasan. Laporan regional menyebut bahwa total kapasitas pembangkit terbarukan di Asia telah melewati 5,3 TW, dengan China menjadi salah satu penopang terbesar dari angka tersebut. Distribusi kapasitas ini mencerminkan pergeseran yang semakin kuat dari energi fosil menuju sumber yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Langkah besar ini didukung oleh kebijakan energi nasional yang menempatkan tenaga surya dan angin sebagai pilar utama dalam memenuhi kebutuhan listrik domestik, sekaligus sebagai mekanisme untuk mengurangi risiko terhadap volatilitas pasar energi global seperti yang terjadi ketika harga minyak dunia melonjak akibat gangguan pasokan.
Namun demikian, tantangan tetap ada. Meskipun kapasitas terbarukan semakin besar, China masih harus mengelola transisi dari penggunaan batu bara yang selama ini menjadi tulang punggung sistem kelistrikannya. Meskipun begitu, meningkatnya porsi energi terbarukan menjadi indikator penting bahwa negara ini bergerak ke arah yang lebih resilient terhadap krisis energi masa depan.
