Menhut Siapkan Satgas Khusus Pembiayaan 57 Taman Nasional
Jakarta, sustainlifetoday.com — Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengumumkan pembentukan Satuan Tugas Pembiayaan Taman Nasional sebagai langkah strategis untuk mempercepat pembiayaan berkelanjutan bagi 57 taman nasional di Indonesia.
Pembentukan satgas tersebut ditujukan untuk memperkuat sistem pendanaan konservasi jangka panjang, sekaligus membuka ruang kolaborasi lintas sektor.
“Satuan tugas ini akan memberikan arahan strategis serta mengkoordinasikan pelaksanaan Strategi dan Kerangka Investasi Pembiayaan Taman Nasional,” kata Raja Juli dalam forum Advancing Sustainable Nature Finance in Aceh and Beyond di London, Inggris, Kamis (22/1).
Selain membentuk satgas, pemerintah juga tengah melakukan peninjauan ulang terhadap kerangka regulasi yang ada guna mendukung skema pembiayaan alam yang lebih adaptif.
“Serta penerbitan regulasi baru apabila dibutuhkan, guna memungkinkan Indonesia bermitra secara efektif dengan sektor swasta,” ucap dia.
Raja Juli menegaskan komitmen pemerintah dalam melindungi keanekaragaman hayati Indonesia, termasuk satwa kunci yang kini berstatus kritis seperti gajah Sumatra. Upaya perlindungan tersebut salah satunya diwujudkan melalui Peusangan Elephant Conservation Initiative (PECI) di Aceh.
Baca Juga:
- Indonesia Masuk Koalisi Pasar Karbon Global, Perkuat Peran Hutan dalam Aksi Iklim
- Pedagang Daging Sapi Jabodetabek Mogok Jualan Mulai Hari Ini, Ada Apa?
- Konflik Gajah dan Manusia di Way Kambas Terus Berlanjut, Prabowo Siapkan Pendekatan Berkelanjutan
Ia menambahkan, Indonesia merupakan salah satu negara dengan kekayaan biodiversitas terpenting di dunia, namun saat ini menghadapi tekanan serius akibat kehilangan habitat. Kondisi tersebut menyebabkan ratusan spesies tumbuhan dan mamalia masuk dalam kategori rentan, terancam punah, hingga kritis.
Selain PECI di Aceh, pemerintah juga menjalankan proyek percontohan untuk memobilisasi sumber pembiayaan baru ke dalam sistem taman nasional. Proyek ini dilakukan di Taman Nasional Way Kambas, Lampung.
“Way Kambas dapat menjadi lokasi proyek offset karbon pertama di dalam sistem taman nasional Indonesia yang terbuka bagi Pasar Karbon Sukarela (Voluntary Carbon Market/VCM),” ujarnya.
