BSI Puncaki ESG Global Islamic Banking, Pembiayaan Berkelanjutan Tembus Rp73,6 Triliun
Jakarta, sustainlifetoday.com — PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) sukses meraih peringkat pertama ESG Global Islamic Banking dengan skor tertinggi berdasarkan pemeringkatan terbaru dari Bloomberg.
Dalam laporan tersebut, Bank syariah terbesar di Indonesia ini mencatatkan peningkatan ESG Score menjadi 5,56, naik signifikan dibandingkan skor sebelumnya sebesar 3,86. Capaian ini menempatkan BSI di atas rata-rata industri perbankan syariah global dan masuk dalam kategori “Leading”, mengungguli sejumlah bank syariah internasional lainnya.
Wakil Direktur Utama BSI, Bob Tyasika Ananta, menyampaikan bahwa peningkatan skor ESG tersebut didorong oleh penguatan transparansi dan pengungkapan kebijakan pembiayaan yang mendukung keberlanjutan.
“Peningkatan skor ESG ini adalah bukti nyata komitmen kami dalam mendorong penyaluran pembiayaan yang mendukung keberlanjutan,” ujarnya dalam keterangan resmi dikutip pada Selasa (20/1).
Sepanjang kuartal III tahun lalu, BSI mencatatkan penyaluran pembiayaan berkelanjutan sebesar Rp73,6 triliun, atau setara dengan 24,33 persen dari total portofolio pembiayaan perseroan. Pembiayaan tersebut diarahkan untuk mendukung ekonomi hijau, sektor sosial, serta penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Baca Juga:
- Prabowo akan Bahas Konservasi Alam dan Gajah dengan Raja Inggris
- Gunung Gede Terapkan Teknologi Gelang RFID untuk Perkuat Keselamatan Kawasan Konservasi
- Perjanjian Laut Lepas Resmi Berlaku, Era Baru Tata Kelola Keanekaragaman Hayati Global
Bob menambahkan, keterbukaan informasi menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan investor global. Untuk itu, BSI secara proaktif mengungkapkan kinerja keberlanjutan melalui landing page khusus ESG di situs resmi perusahaan, yang memuat data jejak karbon serta dampak sosial dan lingkungan dari aktivitas bisnis perseroan.
Ke depan, BSI menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan porsi pembiayaan hijau dan memperkuat penerapan tata kelola perusahaan yang baik (GCG). Langkah ini sejalan dengan upaya mendukung target Net Zero Emission nasional sekaligus menciptakan nilai jangka panjang bagi nasabah dan investor. Hingga 19 Januari, harga saham BRIS tercatat naik 4,63 persen secara year to date, ke level Rp2.260.
