BRI Dorong UMKM Naik Kelas dan Inklusi Keuangan Lewat Program Klasterku Hidupku
Jakarta, sustainlifetoday.com — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus memperkuat perannya dalam mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang inklusif dan berkelanjutan. Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui pengembangan klaster usaha dalam program Klasterku Hidupku, yang dirancang untuk memperkuat ekosistem ekonomi lokal berbasis kolaborasi.
Klasterku Hidupku merupakan inisiatif pemberdayaan kelompok usaha yang dibentuk berdasarkan kesamaan sektor produksi, karakteristik wilayah, serta kedekatan sosial antarpelaku usaha. Pendekatan ini bertujuan menciptakan sinergi, memperkuat rantai nilai lokal, sekaligus meningkatkan daya saing UMKM secara kolektif.
Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya, menegaskan bahwa program Klasterku Hidupku menjadi strategi BRI dalam mendorong UMKM naik kelas, khususnya pelaku usaha sektor produksi yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian daerah.
“BRI berkomitmen untuk mendampingi UMKM secara menyeluruh, mulai dari pembiayaan hingga penguatan kapasitas usaha. Pendampingan ini kami lakukan melalui pelatihan, peningkatan literasi keuangan, serta berbagai program pemberdayaan yang disesuaikan dengan karakter dan kebutuhan masing-masing klaster. Dengan pendekatan tersebut, BRI berharap klaster usaha yang berhasil berkembang dapat menjadi referensi dan role model bagi UMKM di daerah lainnya,” ujar Akhmad Purwakajaya dalam keterangannya dikutip Jumat (23/1).
Hingga akhir 2025, BRI tercatat telah membina 42.682 klaster usaha dengan total 3.001 kegiatan pemberdayaan, yang mencakup pelatihan usaha serta dukungan sarana dan prasarana produksi. Pembinaan ini difokuskan pada sektor-sektor dengan daya ungkit tinggi terhadap perekonomian daerah.
Baca Juga:
- Pidato Prabowo di WEF 2026: Tak Ada Kemakmuran Tanpa Perdamaian
- Prabowo Banggakan Program MBG di WEF 2026: Sebulan Lagi Lewati McDonald’s
- KLH Layangkan Gugatan Ratusan Miliar ke Dua Perusahaan Terkait Bencana Sumatra
Sebanyak 82,36 persen klaster yang dibina berasal dari sektor produksi, sementara 17,64 persen lainnya merupakan sektor non-produksi. Dominasi sektor produksi mencerminkan strategi BRI dalam memperkuat ekonomi riil, terutama sektor pertanian yang menyumbang porsi terbesar mencapai 48,05 persen.
Selain memperkuat kapasitas usaha, program Klasterku Hidupku juga berkontribusi pada peningkatan inklusi keuangan berbasis komunitas. Dari lebih dari 480 ribu anggota klaster, sekitar 87,7 persen telah memiliki rekening di BRIm dan terhubung dengan akses pembiayaan BRI untuk mendukung pengembangan usaha mereka.
Upaya ini sejalan dengan agenda pembangunan berkelanjutan, di mana akses ke layanan keuangan menjadi kunci dalam mengurangi kesenjangan ekonomi dan memperluas peluang usaha di tingkat akar rumput.
Program Klasterku Hidupku menjadi bagian dari strategi berkelanjutan BRI dalam menaikkelaskan nasabah eksisting dan mendorong pertumbuhan usaha jangka panjang. Inisiatif ini melengkapi berbagai program pemberdayaan lainnya, seperti Desa BRILiaN, Rumah BUMN, dan LinkUMKM, yang memperkuat peran BRI sebagai agent of development dalam mendukung ekonomi kerakyatan nasional.
