KLH Siapkan Kajian Lingkungan dan Penegakan Hukum Pasca longsor Cisarua
Jakarta, sustainlifetoday.com — Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) tengah menyusun kajian penyebab longsor yang terjadi di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Kajian ini dilakukan untuk mengidentifikasi faktor pemicu bencana sekaligus memetakan potensi risiko longsor di wilayah Jawa Barat secara lebih menyeluruh.
Deputi Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLH, Rasio Ridho Sani, mengatakan hasil kajian potensi bencana tersebut akan dimasukkan ke dalam dokumen revisi Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS). Langkah ini ditempuh sebagai upaya antisipatif guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
“Menteri memerintahkan kepada kami untuk segera melakukan langkah-langkah antisipatif, jadi kami akan lakukan fokus kajian landscape bersama ITB,” ujar Rasio di Bandung, Jumat (30/1).
Rasio menjelaskan, kajian tersebut mencakup analisis faktor penyebab dan pemicu bencana alam, seperti longsor dan banjir. Menurutnya, Jawa Barat merupakan wilayah dengan tingkat kerentanan bencana yang tinggi sehingga membutuhkan pendekatan berbasis tata kelola lingkungan dan tata ruang yang lebih ketat.
BACA JUGA:
- Kemensos Aktifkan Kembali Penerima Bansos Terindikasi Judol, Kok Bisa?
- Kasus Bullying Jadi Sorotan, Kemen PPPA Perkuat Sekolah Ramah Anak
- KKP Susun Skema Perdagangan Karbon dari Ekosistem Laut
Selain penyusunan kajian, KLH juga menyiapkan langkah penegakan hukum terhadap berbagai pelanggaran di lapangan. Rasio menilai pelanggaran tata ruang masih kerap ditemukan di sejumlah kawasan rawan bencana.
“Seperti tahun kemarin di DAS Ciliwung ya. Bekasi, Bogor, Jakarta, banjir. Kami lakukan juga langkah-langkah penindakan pelanggaran hukum, penghentian kegiatan di Puncak waktu itu kita bersama Gubernur KDM,” ungkap dia.
Lebih lanjut, Rasio menyebut KLH akan menugaskan tim pengawasan ke sejumlah lokasi di Jawa Barat. Salah satu prioritas utama adalah Desa Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, yang menjadi lokasi longsor dan dilaporkan menyebabkan puluhan warga hilang.
“Baik lokasi yang kemarin kejadian di Cisarua, Bandung Barat maupun lokasi-lokasi lain. Kami sedang menyiapkan tim untuk mengantisipasi ini,” kata dia.
