Jaga Palem Nyabah dari Kepunahan, BRIN akan Gunakan Metode Genome Sequencing
Jakarta, sustainlifetoday.com — Palem nyabah (Pinanga arinasae) merupakan tanaman endemik Bali yang kini berada dalam kondisi terancam punah. Persebarannya sangat terbatas dan hanya ditemukan di wilayah dataran tinggi seperti Bedugul dan Jatiluwih, menjadikannya spesies penting yang perlu mendapat perhatian serius dalam upaya pelestarian keanekaragaman hayati.
Peneliti Pusat Riset Botani Terapan (PRBT), Organisasi Riset Hayati dan Lingkungan (ORHL), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arief Priyadi, menjelaskan bahwa palem nyabah tidak hanya memiliki nilai ekologis, tetapi juga nilai sosial dan budaya yang kuat bagi masyarakat Bali.
“Daun tanaman ini dimanfaatkan sebagai bahan upacara adat Hindu di Bali. Selain berfungsi sebagai tanaman hias, daunnya yang masih muda dapat di konsumsi, dan buahnya sebagai pengganti pinang,” terang Arief dikutip laman BRIN, Selasa (27/1).
Sebagai respons atas ancaman kepunahan tersebut, para periset dari Kelompok Riset Genetika Tumbuhan PRBT BRIN menerapkan metode genome sequencing atau pengurutan genom sebagai strategi konservasi berbasis sains. Arief menjelaskan bahwa pengurutan genom merupakan proses pembacaan seluruh informasi genetik atau asam deoksiribonukleat (ADN/DNA) yang terkandung dalam organisme.
“Bagi palem nyabah, metode ini bukan sekadar riset akademis, melainkan upaya mendesak untuk memahami fondasi biologisnya yang belum pernah dilakukan sebelumnya pada tanaman ini,” imbuhnya.
Pengurutan genom dilakukan dengan mengambil sampel daun segar palem nyabah untuk memperoleh sekuen genetik yang kemudian dianotasi dan disimpan dalam repositori internasional GenBank milik National Center for Biotechnology Information (NCBI). Dengan penyimpanan terbuka ini, data genetik palem nyabah dapat diakses oleh komunitas ilmiah global.
Baca Juga:
- BMKG: Penguatan Monsun Asia, Cuaca Ekstrem Masih Mengintai
- KLH Proses Cabut Persetujuan Lingkungan 8 Perusahaan Perusak Hutan Sumatra
- Empat Proyek PLTSa Dibangun 2026, Pemerintah Dorong Sampah Jadi Sumber Energi
Melalui sistem tersebut, sekuen genom dapat diunduh dalam berbagai format standar seperti fasta dan genbank, serta digunakan kembali untuk analisis lanjutan atau perbandingan dengan data serupa. Langkah ini memperkuat posisi data genetik sebagai aset ilmiah jangka panjang dalam upaya konservasi spesies langka.
Penerapan pengurutan genom dinilai memberikan manfaat signifikan, mulai dari identifikasi keragaman hayati, optimalisasi strategi konservasi, hingga penyusunan basis data ilmiah terstruktur yang berfungsi sebagai cetak biru digital berkelanjutan.
“Jika populasi di alam liar terancam kepunahan, cetak biru genetiknya tetap tersimpan sebagai referensi ilmiah untuk potensi reintroduksi di masa depan”, tambahnya.
Hal serupa disampaikan Periset PRBT lainnya, Ni Putu Sri Asih. Ia mengungkapkan bahwa genom kloroplas Pinanga arinasae telah berhasil dikarakterisasi dan dibandingkan dengan spesies lain dalam subfamili Arecoideae.
Lebih lanjut, Asih menjelaskan bahwa temuan ini berkontribusi dalam menjembatani kesenjangan pengetahuan terkait filogenetika palem. Penanda molekuler yang dihasilkan juga dinilai lebih hemat biaya untuk menilai keanekaragaman genetik, sekaligus mendukung upaya konservasi dan pemanfaatan berkelanjutan.
“Dengan pembacaan seluruh informasi genetik atau ADN/DNA pelem nyabah, diharapankan dapat bermanfaat untuk studi dan pemanfaatan lebih lanjut untuk kelestarian tanaman ini,” tutupnya.
Baca Juga:
