Prabowo Instruksikan 80 Persen Beasiswa LPDP ke Keilmuan Saintek
Jakarta, sustainlifetoday.com — Pemerintah berencana memperkuat pengembangan sumber daya manusia di bidang sains dan teknologi melalui penyesuaian kebijakan beasiswa nasional. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan bahwa Presiden RI Prabowo Subianto menginstruksikan agar 80 persen kuota beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dialokasikan untuk keilmuan saintek atau STEM (science, technology, engineering, and mathematic).
Arahan tersebut disampaikan Prasetyo usai Presiden Prabowo berdiskusi dengan akademisi dari berbagai perguruan tinggi di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (15/1).
Menurutnya, kebijakan ini diarahkan untuk mengejar ketertinggalan Indonesia di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.
“Termasuk tadi juga beliau memberikan arahan untuk alokasi peruntukan dari beasiswa LPDP untuk diperbanyak ke STEM ya. Tadi beliau sempat menyampaikan berharap mencapai di atas 80 persen,” kata Pras.
Ia menegaskan, fokus pemerintah saat ini adalah mempercepat penguatan kapasitas nasional di bidang IPTEK sebagai fondasi pembangunan jangka panjang. Diskusi tersebut turut dihadiri para guru besar, rektor, dan dekan dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Baca Juga:
- Senator Vincent: Masyarakat Adat Tolak Wacana Sawit di Papua, Sampaikan ke Prabowo dan Bahlil
- Kemnaker Catat 88.519 Kasus PHK Selama 2025, Jawa Barat Jadi Penyumbang Terbesar
- Video Viral Diduga Lumba-Lumba Putih Muncul di Sungai Asahan Sumut
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie, menyebut pertemuan tersebut sebagai momen bersejarah. Ia menilai Presiden Prabowo menunjukkan perhatian besar terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia. Stella juga mengungkapkan bahwa di bawah kepemimpinan Prabowo, anggaran Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi mengalami peningkatan signifikan.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala BRIN, Arif Satria, menyampaikan adanya peningkatan anggaran riset nasional hingga 50 persen. Ia menyebut kebijakan ini mencerminkan keseriusan pemerintah dalam memperkuat ekosistem penelitian di Tanah Air.
Arif menambahkan, peningkatan anggaran riset menjadi penting mengingat saat ini dana penelitian Indonesia masih berada di kisaran 0,3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Pemerintah menilai penguatan riset dan pendidikan STEM menjadi kunci dalam mendorong daya saing nasional serta mendukung transisi menuju ekonomi berbasis pengetahuan dan teknologi.
